Saturday, February 14, 2009

Kota yang Berkualitas


Oleh : Herlina Maulidah *

Melihat kota adalah melihat manusianya. Keberadaan kota harus membuat kualitas kehidupan masyarakatnya bagus. Standar kualitas hidup sebuah kota akan mencerminkan kondisi kemajuan perkembangan kota.
Banjarmasin sebagai sebuah kota, minimal harus memiliki pelayanan sektor publik yang bagus dan berkualitas. Minimal sarana dan prasarana publik seperti air siap minum, listrik antibyarpet, jalan mulus dan lebar.
Penataan ruang kota, termasuk memenuhi kewajiban amanat PP No 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang terbuka hijau (RTH). Ketentuan luasan 30 persen RTH di setiap perkotaan mesti dijalankan dengan adanya taman kota, termasuk pekarangan dan halaman rumah.
Selain itu, sektor pendidikan juga mesti jadi prioritas. Semakin tinggi tingkat HDI (human development indeks) akan mendukung wajah kota yang berkualitas. Kalau perlu dibentuk dewan perencanaan kota seperti di luar negeri, terdiri dari para tokoh dan cendikiawan yang ahli di berbagai bidang dalam menyusun tata kota.
Sebagai kota sungai perlu pembenahan yang komprehensif, tantang fungsi sungai dan perencanaan yang integratif sebagai kota sungai. Keberadaan sungai tidak hanya berfungsi sebagai septic tank, tapi bernilai ekonomis melalui eco tourism wisata sungai.
Mari bangun kota yang memiliki standar kualitas hidup yang tinggi, maka kita bangga menjadi urang banua.

* Staf BAPPEDA Hulu Sungai Selatan, saat ini sedang menyelesaikan tesis di bidang Perencanaan Pendidikan pada Program Pasca Sarjana Unibraw
* email: herlinamaulidah@yahoo.co.uk

Tulisan ini telah dimuat di SKH Banjarmasin Post

Profil BUMDes

Oleh : Ilham Alfian Nor*, 2008

Definisi BUMDes menurut Maryunani (2008) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Jadi BUMDes adalah suatu lembaga usaha yang artinya memiliki fungsi untuk melakukan usaha dalam rangka mendapatkan suatu hasil seperti keuntungan atau laba. Pengelolaan BUMDes sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Jadi pemerintah desa sebagi fasilitator dapat membentuk suatu kelompok kerja dalam mengoperasionalkan kegiatan BUMDes tersebut. Lalu tujuan didirikannya BUMDes adalah dalam rangka memperkuat perekonomian desa yang dalam arti detil adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas penghidupan masyarakat desa tersebut, yang ditinjau dari segi ekonomi desa.

Wednesday, February 11, 2009

BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) SEBAGAI PENGGERAK PEREKONOMIAN DI PERDESAAAN

Oleh : Ilham Alfian Nor*, 2008

Tulisan ini diperbolehkan untuk dikutip sebagian atau keseluruhan untuk kepentingan non-komersial

Sejak lahirnya UU No. 22 Tahun 1999, desa menjadi sorotan sebagai daerah yang memiliki lingkup paling kecil dalam sistem pemerintahan daerah. Otonomi daerah yang diusung semenjak dicetuskannya reformasi, membawa perubahan dalam paradigma pemikiran tentang sistem pemerintahan desa, yang disadari dari dulu sebenarnya desa merupakan wilayah otonom yang benar-benar melaksanakan otonomi sendiri. Tetapi selama era sentralisasi, desa benar-benar tidak diberi kesempatan dalam hal pengelolaan dan pembiayaan untuk diri sendiri. Hal ini karena adanya batasan-batasan yang didoktrin oleh pemerintahan masa itu, dan juga sistem politik yang begitu mengikat sehingga ide tentang desa sebagai daerah otonomi tidak bisa berkembang dan berdinamika.
Namun pada saat itu sempat juga dicetuskan oleh Prof. Selo Soemardjan untuk membentuk Pemerintah Daerah Tingkat III yaitu Pemerintahan Desa, yang masa itu disebutkan bahwa berada dibawah Pemerintah Daerah Tingkat I dan Pemerintah Daerah Tingkat II. Tetapi ide itu juga tidak ada tanggaopan serius dari pemerintah pusat.
Ide berikutnya yaitu dari Ryaas Rasyid, yang mencetuskan untuk membentuk daerah otonom asli (self governing community) yaitu desa yang merupakan satu-kesatuan asli yang terbentuk di masyarakat karena lebih pada keaslian sosial budaya, atropologis dan kultural. Tampaknya Ryaas Rasyid ingin mengatakan bahwa kewenangan pengelolaan desa hendaknya diserahkan sepenuhnya ke pihak masyarakat desa itu sendiri, dan pengaruh dan tanggung jawab pemerintah daerah diminimalisasi.
Dari pakar ilmu tatahukum Universitas Brawijaya, Ibnu Tricahyo mengatakan sebaiknya desa ditempatkan sebagai daerah otonom langsung dibawah pemerintah pusat (negara). Jadi bukan berada dibawah kabupaten atau kota, atau desentralisasi hendaknya terjadi di tingkat desa, sehingga penyaluran dana pembangunan dari APBN langsung dikucurkan ke desa sebagai daerah otonom bukan ke tingkat kabupaten atau kota.
Namun perkembangan sekarang desa menjadi komunitas terkecil dalam hal pelaksanakan otonomi daerah yang dilakukan oleh pemrintah kabupaten. Desa sebagai wilayah kecil memang sangat ideal untuk dijadikan daerah otonom asli sebagai pemerintah lokal dan organisasi komunitas yang relatif homogen dan solidaritas masyarakat masih sangat baik.
Sesuai dengan prinsip otonomi daerah bahwa “kewenangan mengikuti pembiayaan”, maka desa memiliki hak untuk mengatur diri sendiri dan mengelola keuangan untuk pembiayaan pembangunan yang salah satu agendanya tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi masyarakat unruk mengatur diri sendiri dan berusaha sendiri untuk meningkatkan kemakmuran dan kualitas hidup meraka.
Menurut Maryunani (2008), persentase desa yang masih tergolong miskin adalah sebesar 45,86 %, ini merupakan hampir setengah dari jumlah desa yang ada. Tentunya ini adalah kabar yang masih belum menggembirakan dalam gambaran kita tentang kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dari bagian tersebut, sebesar 3,89 % adalah tergolong desa sangat miskin. Yaitu desa yang hampir tidak memiliki fasilitas-fasilitas hidup yang layak, aksesbilitas untuk transportasi rendah serta jalur komunikasi ke pemerintah tidak ada. Tentunya ini sangat memprihatinkan, apalagi bagi negara sedang berkembang seperti Indonesia.
Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, ada beberapa langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah. Banyak sudah program pengentasan kemiskinan sudah dijalankan, sedikit banyak ini sudah mulai mengangkat masyarakat Indonesia yang empat terpuruk pada era krisis moneter tahun 1997. Namun dari sekian banyak program pengentasan kemiskinan, sangat sedikit sekali partisipatif masyarakat diikutkan. Masyarakat hanya adijadikan obyek sebagi masyarakat miskin yang diberi bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Salah satu upaya mandiri yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka adalah pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang merupakan badan usaha milik bersama yang dilakukan oleh masyarakat dan diawasi juga oleh masyarakat.

Versi Lengkap PDF

Penulis adalah Guru SMK Negeri 3 Banjarbaru, Kalsel

Monday, February 9, 2009

Random Sampling : Teknik Pengambilan Sampel Online

Bagi rekan-rekan yang akan atau sedang melakukan penelitian (PTK) tentunya harus menentukan jumlah sampel dari populasi penelitian, sebagai salah satu tahapan persiapan sebelum pelaksanaan penelitian. Disini penulis tidak akan membicarakan tentang definisi atau penjelasan tentang teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Tetapi hanya pada teknik penentuan sampel secara acak dengan menggunakan bantuan dunia maya (on line).
Kalau secara tradisional, diperlukan waktu dan tenaga ekstra dalam menentukan sampel acak. Apalagi jika jumlah sampel diatas 100, lumayah penat mengacak dan mengambil nomor sampel ...
Pengalaman ini penulis dapatkan juga dari saran seorang ahli statistik, yang menyarankan untuk meninggalkan cara tradisional dan mencoba menggunakan pengacakan secara online.
Oke, langsung ke contoh kasus saja, misalnya sebuah penelitian dengan jumlah populasi sebanyak 500 siswa. Dengan menggunakan perumusan Slovin (dengan tingkat kesalahan 5%) didapat jumlah sampel sebanyak 223. Sebelumnya buat dulu daftar populasi dengan nomor urut 1 sampai 500. Kemudian langkah berikutnya adalah :
1. Buka www.randomizer.org, anda akan dihadapkan pada halaman pembuka yang berisi kata pengantar dan lain sebagainya

2. Klik buton randomize now,

3. Isi How many sets of numbers do you want to generate? ... dengan angka jumlah kelompok sampel yang ingin kita dapatkan, pada kasus ini kita isi dengan angka 1.
4. Isi How many numbers per set?... dengan jumlah sampel pada setiap kelompok, pada kasus ini kita isi dengan angka 223.
5. Isi Number range.... dengan nomor urut populasi, yaitu mulai 1 sampai 500.
6. Do you wish each number in a set to remain unique? ... pilih Yes untuk memilih hasil berbentuk unik
7. Do you wish to sort the numbers that are generated?... dipilih No, maka angka hasil random tidak akan diurutkan, pilih ... untuk mengurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya.
8. How do you wish to view your random numbers? ... berbagai pilihan untuk menandai nomor sampel
9. Klik buton randomize now
10. Akan tampil jendela hasil random, yaitu nomor urut populasi sebanyak jumlah sampel.

11. Bisa dicetak atau di donlot dalam bentuk xls.
12. Selesai ..

Friday, February 6, 2009

Tampilan baru : Merasa lebih elegan

Bosan dengan tampilan standar blogspot, saya coba googling mencari template blog tiga kolom. Setelah bergerilya dengan Om Google, akhirnya menemukan template yang sederhana, namun cukup elegan dengan warna hitamnya. Dengan bekal tutorial yang juga saya dapatkan dari hasil googling, akhirnya jadilah penampilan blog saya seperti yang anda lihat sekarang. Namun ada hal yang sedikit menjengkelkan setelah blog ini berganti wajah, yaitu hampir semua widget yang terpasang hilang.
Sebenarnya sudah saya coba mengantisipasi seperti tutorial yang saya baca disini, tapi entah ada kesalahan dimana sehingga saya harus menata kembali asesoris blog. Termasuk widget jumlah pengunjung dan komentar yang turut hilang ...
Untuk tutorial mengganti template, saya kira banyak sekali di dunia blog telah ditulis. Tapi sebagai pemula, saya juga boleh-kan menulis langkah-langkah mengganti template blogspot ...
1. Cari dan download template blog yang ingin anda gunakan, bisa di blog berikut.
2. Jika anda sudah sign in di blog anda, klik tab Tata Letak, kemudian klik tab Edit HTML,
3. Pada bagian Backup/Restore Template, klik buton browse untuk mencari file template yang sudah anda download, kemudian klik buton unggah
4. Baca betul-betul peringatan yang tampil, jika anda yakin klik simpan
5. Jika sudah selesai anda bisa melihat blog anda telah berubah
6. Selesai ...

Membuat Indikator Asam Basa dari Bahan Alami


Selama ini indikator asam basa banyak menggunakan zat kimia atau lakmus. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki bahan tersebut tentunya akan kesulitan dalam prosedur pengamatan larutan asam basa. Selain itu, zat kimia atau lakmus, harganya cukup mahal. Diperlukan kreativitas Guru Kimia untuk menggunakan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebenarnya indikator asam basa dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada lingkungan asam dan basa. Pada umumnya bahan yang memiliki warna menyolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada kedua suasana tersebut.
Dari pengalaman penulis, beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan menjadi indikator asam basa. Jenis bunga yang bagus adalah Bunga Sepatu, yang memiliki warna merah menyala. Prosedur pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan bahan, yaitu beberapa kuntum bunga
2. Siapkan alat, yaitu lumpang dan alu (uleg), kain saringan, beberapa gelas,
3. Kelopak bunga dihaluskan dengan lumpang dan alu, setelah cukup halus ditambahkan dengan aquades (air murni) sebanyak 30 mL.
4. Larutan di aduk sampai merata sehingga bewarna merah hitam, kemudian disaring dengan kain untuk memisahkan larutan dengan padatan, sehingga didapat larutan yang siap dipakai sebagai indikator alami.
5. Untuk prosedur pengujian, larutan yang akan diuji sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa tetes dalam cekungan (plat tetes), kemudian ditambahkan larutan indikator 2-3 tetes.
Larutan indikator bunga sepatu akan memberikan warna merah hitam pada larutan asam, dan bewarna hijau tua pada larutan basa. Untuk uji coba dapat dilakukan pada larutan perasan jeruk sebagai larutan asam, dan air sabun sebagai larutan basa. Contoh larutan asam lainnya seperti larutan vitamin C, air aki, sedangkan contoh larutan basa, seperti cairan pembersih, cairan pemutih, dan beberapa larutan lainnya.
Bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai indikator adalah kunyit dan bunga kertas, namun dari pengalaman, beberapa bahan seperti bunga terompet dan wortel memberikan perbedaan warna yang hampir sama, sehingga cukup sulit bagi siswa untuk membedakan dalam uji larutan.
Contoh LKS Siswa
Mohon tanggapan, usulan, ataupun kritik terhadap artikel ini, baik dari teman sejawat ataupun kimiawan lainnya. Silakakan posting komentar.

Sunday, February 1, 2009

Wisata : Air Terjun Janda


Dalam bahasa Jawa disebutkan sebagai Cuban Rondo. Terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Malang, diperjalanan kita disuguhi dengan lansekap alam yang begitu memukau dengan patahan-patahan bumi yang menghijau oleh tanaman rakyat atau hutan lebat. Jalan menuju lokasi wisata terbilang mulus, dengan tikungan-tikungan tajam di tebing pegunungan. Bahkan ada suatu tempat yang amat bagus untuk mengarahkan pandangan ke Kota Batu dari ketinggian.
Tiket masuk seharga Rp. 8.000 untuk satu orang dewasa di bayar pada loket masuk. Zona pertama yang ditemui adalah taman bermain dan pertokoan suvenir, sedangkan lokasi air terjun masih lebih naik lagi. Di lokasi wisata air terjun telah dibangun beberapa prasarana dasar untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, diantaranya adalah lapangan parkir yang luas, pertokoan suvenir, warung makanan dan minuman, tempat ibadah, WC dan kamar mandi. Jalan menuju air terjun berupa jalan setapak berbatu, sedangkan dikiri kanan masih rimbun dengan pepohonan besar, sesekali terlihat beberapa monyet kecil yang nampaknya sudah jinak.Dari lapangan parkir ke lokasi air terjun tidaklah terlalu jauh, mungkin sekitar 100 m.
Disebelah kanan jalan terdapat sungai kecil yang berasal dari air terjun. Dinginnya air yang mengalir di sungai kecil membuat badan lumayan menggigil. Sangat disarankan bagi anda yang mudah masuk angin agar tetap memakai jaket, karena selain suhu air yang sangat dingin, turbulensi udara di lembah air terjun juga sangat deras. Percikan air memenuhi lembah air terjun.
Karakteristik air terjun Cuban Rondo seperti yang tertera pada papan informasi di lokasi wisata adalah berada pada ketinggian 1.135 m di permukaan laut, tinggi air terjun sepanjang 84 m, suhu air rata-rata sekitar 22oC, curah hujan sebesar 1.721 mm/tahun menghasilkan debit air mencapai 150 L/detik. Air terjun ini bersumber pada mata air Cemoro Dudo.

Air terjun ini juga menyimpan legenda menarik terkait dengan namanya yang unik. Diceritakan pada suatu masa sepasang pengantin yang baru melangsungkan pernikahannya, yaitu Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro dengan Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, melakukan perjalanan setelah 36 hari pernikahan mereka ke Gunung Anjasmoro. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Joko Lelono, yang ternyata terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Perkelahianpun tak dapat dihindarkan, Raden Baron Kusumo memerintahkan pengawalnya untuk menyelamatkan sang istri ke sebuah air terjun (coban) untuk bersembunyi. Perkelahian kedua laki-laki tersebut menyebabkan keduanya terluka parah dan tewas . Sedangkan Dewi Anjarwati yang telah menjanda (rondo) tetap berada di dekat air terjun terus menunggu sang suami yang sebenarnya sudah tewas. Dengan demikian terkenalah air terjun tersebut dengan nama Coban Rondo.
Bagi anda yang berkesempatan ke Coban Rondo bisa mencarter mobil atau bis. Sedangkan angkutan umum tidak mencapai lokasi wisata.
 

Blogger news

Mobile Edition
By Blogger Touch