Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Wednesday, November 11, 2009

Kisi-Kisi Ujian Nasional Mata Pelajaran Kimia SMA/MA Tahun Pelajaran 2009/2010

Lampiran Permendiknas No. 75 Tahun 2009
1. Menganalisis struktur atom, sistem periodik unsur dan ikatan kimia untuk menentukan sifat-sifat unsur dan senyawa.
a. Mendeskripsikan notasi unsur dan kaitannya dengan konfigurasi elektron serta jenis ikatan kimia yang dapat dihasilkannya
b. Memprediksi letak unsur dalam tabel periodik
c. Memprediksi jenis ikatan kimia/jenis interaksi molekuler
2. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah dalam perhitungan kimia.
a. Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan dengan hukum dasar kimia
b. Menganalisis persamaan reaksi kimia
3. Menjelaskan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya.
a. Menganalisis data daya hantar listrik beberapa larutan
b. Mendeskripsikan konsep pH larutan
c. Menghitung konsentrasi asam/basa pada proses titrasi asam basa
d. Menganalisis sifat larutan penyangga
e. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
f. Menyimpulkan terbentuknya endapan/larutan dari data Ksp
g. Menyimpulkan sifat koligatif larutan berdasarkan data
h. Menganalisis diagram PT yang berkaitan dengan sifat koligatif larutan
i. Menyimpulkan penerapan sifat koloid di dalam kehidupan sehari-hari
4. Memahami senyawa organik, gugus fungsi dan reaksinya, benzena dan turunannya, makromolekul serta lemak.
a. Menyimpulkan penerapan konsep minyak bumi yang berkaitan dengan efisiensi BBM
b. Mendeskripsikan senyawa turunan alkana
c. Mengidentifikasi senyawa benzena dan turunannya
d. Menganalisa data yang berhubungan dengan polimer
e. Mendeskripsikan makromolekul
5. Menentukan perubahan energi dalam reaksi kimia, cara pengukuran dan perhitungannya.
a. Menyimpulkan peristiwa eksoterm/endoterm pada peristiwa termokimia
b. Menentukan kalor reaksi
6. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang memengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
a. Menghitung laju reaksi berdasarkan data eksperimen
b. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
c. Menganalisis pergeseran kesetimbangan
d. Menghitung harga Kc/Kp
7. Memahami reaksi oksidasi-reduksi dan sel elektrokimia serta penerapannya dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.
a. Mendeskripsikan persamaan reaksi redoks
b. Mendeskripsikan diagram sel volta
c. Menerapkan hukum Faraday
d. Mendeskripsikan fenomena korosi
8. Memahami karakteristik unsur-unsur penting, terdapatnya di alam, pembuatan dan kegunaanya
a. Mendeskripsikan mineral suatu unsur
b. Mendeskripsikan sifat unsur golongan tertentu
c. Mendeskripsikan cara memperoleh unsur dan kegunaannya

Wednesday, August 12, 2009

Seandainya Atom Sebesar Kelereng


Kalau kita membeli rambutan seikat, biasanya kita tidak menghitung berapa biji rambutan dalam ikatan itu. Karena sudah kebiasaan, dalam satu ikat rambutan biasanya terdiri dari 10 biji. Jadi kalau memebeli 10 ikat, maka jumlah rambutannya ada 100 biji.
Sedangkan pada peralatan makan terdapat satuan lusin, yang menyatakan sebanyak 12 buah. Kalau 10 lusin gelas maka tentunya terdapat 120 buah gelas.
Demikian juga pada satuan kodi, yang menyatakan jumlah 20 buah. Satuan-satuan tersebut populer di masyarakat, karena selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Pada prinsipnya, satuan mol juga demikian. Hanya saja, satuan mol hanya digunakan dalam telaah Ilmu Kimia yang terbatas pada pendidikan (akademis) dan penelitian, khususnya pada Ilmu Kimia. Satuan mol menyatakan jumlah benda sebanyak 602.000.000.000.000.000.000.000 buah atau ditulis secara matematis 6,02 x 1023. Satuan mol digunakan untuk menyatakan jumlah zat yang terdiri dari jumlah atom atau molekul yang sangat mikro. Jadi kalau 10 mol zat berarti mengandung jumlah atom atau molekul sebanyak 6,02 x 1024 buah.
Dalam sejarahnya, penentuan angka satuan mol melalui beberapa kali usulan. Namun angka 6,02 x 1023 yang merupakan usulan dari Avogadro dipakai sebagai besaran satuan mol, atau yang dikenal dengan Bilangan Avogadro. Angka ini terdapat dalam proposal Avogadro yang diajukan pada tahun 1811 tentang Teori Kinetik Gas. Kemudian banyak ilmuwan yang mengusulkan angka yang berbeda untuk menyatakan jumlah zat, seperti Loschmidt pada tahun 1865, dia mengusulkan angka 72×1023, yang didapat dari jumlah molekul gas yang ada di bumi. Kemudian tahun 1908, Perrin mengusulkan angka 6,7 × 1023, setahun kemudian Rutherford mengusulkan angka 6,16 x 1023. Lalu Milikan dengan percobaannya pada tahun 1917 yaitu pada percobaan tetes minyak mengusulkan angka 6,064 x 1023, dan yang terakhir yaitu Nouy pada tahun 1924 yang meneliti tentang molekul lapisan tipis mengusulkan angka 6,004 x 1023.
Pada dasarnya semua angka hampir menunjukkan besar yang sama, hanya Loschmidt yang agak beda jauh. Namun semua ilmuwan sepakat untuk menggunakan usulan Avogadro untuk menyatakan besaran satuan mol. Melalui pengukuran volum molar, didapat Bilangan Avogadro sebesar 6,0221335 x 1023.
Sebagai ilustrasi untuk satuan mol adalah sebagai berikut :
1. Seandainya atom sebesar kelereng dengan isi 1 cm3, maka 1 mol kelereng memiliki volume sebesar 6,02 x 1023 cm3 atau 6,02 x 108 km3. Jika kelereng disebar ke permukaan bumi, maka bumi akan tertutupi kelereng sampai ketinggian 50 mil.
2. Jika menghitung 10 juta atom memerlukan waktu satu detik, maka menghitung satu mol menghabiskan waktu selama 2 milyar tahun. WOW

Tuesday, March 3, 2009

Persamaan Reaksi


Pada materi Persamaan Reaksi, yang agak sulit adalah menyampaikan konsep penyetaraan reaksi. Karena kalau menggunakan metode “lihat kiri-lihat kanan” beberapa siswa terlihat bingung dan kurang cepat memahami. Kadang-kadang perlu beberapa latihan soal, baru siswa dapat terlatih dengan metode “kiri-kanan” tersebut. Sebenarnya dapat juga menggunakan metode aljabar, dengan mengganti koefisien reaksi dengan variabel. Namun untuk persamaan reaksi sederhana, dirasa metode ini membuang-buang energi dan bagi siswa akan terasa lebih rumit ( ... apalagi bagi anak yang sudah anti dengan matematika...)
Tips ini diberikan oleh Pak Tumiran (sekarang Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Banjarmasin) yang disampaikan pada saat micro-teaching Pelatihan Guru Mata Pelajaran Kimia. Beliau memberik nama dengam Metode Penyetaraan Reaksi dengan LHO, maksudnya adalah penyetaraan seLain H dan O.
Sebenarnya metode ini hanya menjabarkan langkah-langkah metode “ lihat kiri-lihat kanan”, namun karena ada langkah-langkah priorotas maka terlihat lebih terarah.
Metode ini digunakan pada persamaan reaksi yang mengandung unsur H dan O. Prinsipnya, kata beliau, adalah prioritas setarakan dulu atom selain H dan O, baru kemudian setarakan atom H, dan yang terakhir baru setarakan atom O.
Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh sederhana berikut :
C2H4 + O2 --> CO2 + H2O
Langkah 1 : setarakan seLain atom H dan O, yaitu atom C
C2H4 + O2 --> 2 CO2 + H2O
Langkah 2 : setarakan atom H
C2H4 + O2 --> 2 CO2 + 2 H2O
Langkah 3 : setarakan atom O
C2H4 + 3 O2 --> 2 CO2 + H2O
Selesai ...
Untuk persamaan yang lebih rumit, kawan-kawan dapat berimprovisasi masing-masing ...

Atau bisa gunakan situs online untuk penyetaraan reaksi, bisa kunjungi di ....sini atau di sini

Thursday, February 19, 2009

Eksoterm dan Endoterm


Ketika pada kesempatan berkunjung ke salah satu teman sejawat di SMAN 1 Banjarbaru, tanpa disangka malah bertemu dengan salah satu senior Guru Kimia yang telah purna bakti, yang akrab dipanggil Bu Wid. Dalam perbincangan singkat tersebut, masih sempat beliau menurunkan “ilmu”. Beliau menuturkan “gunakanlah benda-benda yang ada di kehidupan sehari-hari untuk menerangkan terjadinya proses kimia”.
“Misalnya untuk reaksi eksoterm dan endoterm”, kata beliau, “Saya biasanya menggunakan produk larutan penyegar “AS” yang dilarutkan ke dalam air, lalu saya suruh siswa memegang gelas yang berisi larutan tersebut”, imbuh beliau.
“Kalau untuk laju reaksi, biasanya saya menggunakan produk vitamin C “XYZ”. Satu tablet ditumbuk sedangkan satu tablet dalam bentuk kepingan, dilarutkan dalam air maka dapat dihitung kecepatan pelarutan masing-masing”, kata beliau.
Dan diskusi singkat tentang topik tersebut berakhir, karena beliau mengatakan ingin pulang dan beristirahat. Dengan dipapah beliau berjalan keluar dari ruangan (... kira-kira sejak tiga tahun yang lalu, beliau terserang stroke...)
Terima kasih Bu Wid... telah memberikan tauladan yang baik bagi juniormu. Selamat menikmati hari-harimu ...Mudahan Ibu selalu diberi keselamatan dan kesehatan... dan keikhlasan Ibu mengajar berbuah emas untuk masa depan siswa-siswa ...
Untuk SMAN 1 Banjarbaru, selamat HUT yang ke-46, tambah jaya dan prestasi selalu ...
Dari pertemuan singkat dengan Bu Wid, kira-kira prosedur pengamatan untuk “Reaksi Eksoterm dan Endoterm” adalah sebagai berkut :
1. Siapkan dua buah gelas berisi dengan air (aquades)
2. Siswa mengukur suhu larutan kedua gelas (bisa dengan meraba gelas atau kalau ada termometer lebih bagus lagi ...)
3. Larutkan produk bubuk larutan penyegar sebanyak 1 bungkus ke gelas pertama, kemudian diukur suhunya (dengan di raba atau dengan termometer ...)
4. Sedangkan untuk gelas kedua, larutkan bubuk kapur, juga diukur suhunya
5. Catat hasil pengukuran
Sedangkan untuk “Laju Reaksi” adalah sebagai berikut a;
1. Siapkan dua buah gelas berisi air (aquades)
2. Siapkan dua tablet produk vitamin C “XYZ”, yang salah satunya ditumbuk (dihaluskan) menjadi bubuk, dan juga stopwatch (atau jam tangan).
3. Pada gelas pertama, larutkan satu tablet, ukur waktu pelarutan mulai dari tablet dimasukkan sampai habisnya gelembung pada saat pelarutan.
4. Pada gelas kedua, larutkan bubuk vitamin C tersebut, dan ukur waktu pelarutan.
5. Catat hasil pengamatan
Namun Bu Wid sempat berkata,“Mungkin cara saya salah bagi teman-teman yang lain, namun itulah yang biasanya saya lakukan”.

Friday, February 6, 2009

Membuat Indikator Asam Basa dari Bahan Alami


Selama ini indikator asam basa banyak menggunakan zat kimia atau lakmus. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki bahan tersebut tentunya akan kesulitan dalam prosedur pengamatan larutan asam basa. Selain itu, zat kimia atau lakmus, harganya cukup mahal. Diperlukan kreativitas Guru Kimia untuk menggunakan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebenarnya indikator asam basa dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada lingkungan asam dan basa. Pada umumnya bahan yang memiliki warna menyolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada kedua suasana tersebut.
Dari pengalaman penulis, beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan menjadi indikator asam basa. Jenis bunga yang bagus adalah Bunga Sepatu, yang memiliki warna merah menyala. Prosedur pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan bahan, yaitu beberapa kuntum bunga
2. Siapkan alat, yaitu lumpang dan alu (uleg), kain saringan, beberapa gelas,
3. Kelopak bunga dihaluskan dengan lumpang dan alu, setelah cukup halus ditambahkan dengan aquades (air murni) sebanyak 30 mL.
4. Larutan di aduk sampai merata sehingga bewarna merah hitam, kemudian disaring dengan kain untuk memisahkan larutan dengan padatan, sehingga didapat larutan yang siap dipakai sebagai indikator alami.
5. Untuk prosedur pengujian, larutan yang akan diuji sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa tetes dalam cekungan (plat tetes), kemudian ditambahkan larutan indikator 2-3 tetes.
Larutan indikator bunga sepatu akan memberikan warna merah hitam pada larutan asam, dan bewarna hijau tua pada larutan basa. Untuk uji coba dapat dilakukan pada larutan perasan jeruk sebagai larutan asam, dan air sabun sebagai larutan basa. Contoh larutan asam lainnya seperti larutan vitamin C, air aki, sedangkan contoh larutan basa, seperti cairan pembersih, cairan pemutih, dan beberapa larutan lainnya.
Bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai indikator adalah kunyit dan bunga kertas, namun dari pengalaman, beberapa bahan seperti bunga terompet dan wortel memberikan perbedaan warna yang hampir sama, sehingga cukup sulit bagi siswa untuk membedakan dalam uji larutan.
Contoh LKS Siswa
Mohon tanggapan, usulan, ataupun kritik terhadap artikel ini, baik dari teman sejawat ataupun kimiawan lainnya. Silakakan posting komentar.
 

Blogger news

Mobile Edition
By Blogger Touch